Saturday, February 21, 2009

Rejim Zionis : Kejahatan Yang Tiada Pengakhiran?

Rejim Zionis kini masih membantai bumi Lubnan walaupun telah diisytiharkan gencatan senjata! Ribuan tentera telah mereka kerahkan memasuki persempadanan Lubnan. Keadaan di Lubnan menjadi tragis, mengharukan dan menyedihkan buat umat Islam yang prihatin. Begitu juga keadaan di Semenanjung Gaza – yang merupakan tanah-tanah penduduk Palestin – kembali bergolak dengan aksi-aksi kejahatan yang tiada taranya. Para tentara rejim zionis, menggunakan meriam, kereta kebal, helikopter dan pesawat-pesawat tempur, meningkatkan pembantaian terhadap rakyat Palestin, terutama di Semenanjung Gaza. Pembunuhan terhadap rakyat Palestin oleh pasukan militer zionis, sudah merupakan kegiatan rutin dan kebiasaan bagi para pejabat Tel Aviv. Puluhan tahun Palestin telah dijajah oleh kaum zionis, dan selama itu jutaan orang Palestin terpaksa tinggal di khemah-khemah pelarian sementara di beberapa negara. Kini mereka memperluaskan penguasaan dan kezaliman ke Lubnan semata-mata kononnya untuk membebaskan 3 orang askar mereka yang telah di tawan.

Pelbagai reaksi dunia berkumandang di corong udara. Negara Timur Tengah menagih bantuan campurtangan Amerika, walaupun mereka tahu Amerika adalah sekutu & penyokong kuat kezaliman Israel. PBB cuba mendesak namun suara pertubuhan besar dunia ini seperti ’suara’ seekor semut! OIC turut bersidang dan mengeluarkan Resolusi Putrajaya mendesak gencatan senjata harus diadakan segera. Umat Islam seluruh dunia juga semakin meluap-luap rasa marah dan benci kepada sikap zionis dan sekutunya. Akan tetapi rejim zionis secara terus menerus meningkatkan aksi-aksi kekerasan dan niat buruknya. Terorisme terhadap rakyat dan pemerintah rasmi Palestin, yang merupakan agenda kerja tetap rejim zionis, hari demi hari mengalami peningkatan yang tiada taranya. Akibatnya, hingga kini telah ribuan orang dari rakyat Palestin yang menjadi korban tindakan biadap terorisme negara rejim zionis. Kejahatan-kejahatan rejim zionis tidak terbatas dengan membunuh warga Palestin, malah sehingga kini rejim teroris ini juga telah membakar dan merosakkan sejumlah besar ladang pertanian dan rumah tempat tinggal milik rakyat Palestin. Di samping itu, dengan pembinaan tembok pemisah yang dikenali dengan nama "tembok rasialis" atau "tembok apharteid" merupakan tindakan rejim zionis untuk mengambil alih sebahagian dari kawasan Tepi Barat Sungai Jordan. Wahai umat! Kita bertempik dan mengkritik rejim kejam ini dari istana indah rumah kita, sedang mereka, rejim zionis terus bekerja mencanaikan umat Islam disebalik keruntuhan rumah yang dimusnahkan dengan bedilan bom.

Pembunuhan dan teroris terhadap rakyat Palestin dan pemusnahan sawah dan kebun, rumah dan tempat-tempat penting serta pusat-pusat ekonomi mereka, membuktikan kedahsyatan kejahatan rejim zionis. Selama beberapa tahun lalu, rejim ini telah membuktikan bahawa mereka tidak mengenal batas kekejaman. Tampaknya, yang mendorong rejim zionis menggempur lagi kawasan yang telah mereka tinggalkan pada bulan ogos tahun lalu, ialah disebabkan ketegaran warga Gaza dalam menuntut hak-hak mereka. Meskipun menghadapi tekanan-tekanan ekonomi dan militer, mereka masih tetap menuntut hak-hak mereka, termasuk diakhirinya penjajahan atas Palestin. Dalam hal ini, rakyat Gaza, mengambil jalan perjuangan untuk melawan kekuatan militer rejim zionis, dan sebahagian dari mereka telah gugur syahid di atas jalan yang mulia dan suci ini. Dalam serangan terbaru tentara rejim zionis ke Gaza, pelbagai cara kekerasan yang sangat keji telah dilakukan, sehingga dapat dikatakan bahwa serangan-serangan ini dilakukan dengan tingkat kegilaan yang mencapai puncaknya dan dengan pelanggaran terhadap seluruh norma kemanusiaan dan perundangan internasional.

Keganasan dan jenis serangan rejim Zionis ke Gaza, yang menggunakan berbagai macam senjata moden, menunjukkan bahawa tujuan serangan-serangan ini, tidak terbatas hanya terhadap para pejuang Palestin. Hingga kini sudah puluhan orang dari rakyat Palestin, termasuk perempuan dan kanak-kanak, turut menjadi korban meninggal atau cedera, dalam serangan-serangan keji zionis ini. Selain itu, hancurnya jambatan-jambatan, jalan-jalan penghubungan, bandar-bandar, rangkaian perhubungan, dan pelbagai infrastruktur ekonomi, merupakan sebahagian dari agenda kerja pasukan militer rejim zionis. Bahkan sejumlah sekolah dan hospital pun tidak selamat dari kekejian serangan-serangan mereka.

Di antara kejahatan lain rejim zionis dalam serangan ke Gaza, yang membangkitkan kehairanan semua pihak ialah, penculikan 10 orang anggota delegasi pemerintahan dan 25 anggota parlimen serta sejumlah wakil Dewan pemerintah Palestin. Baru pertama kali inilah terjadi, pasukan militer suatu rejim ilegal (haram) menculik para menteri dan wakil pemerintahan lain. Padahal berdasarkan perjanjian Oslo, rejim zionis mengakui kebebasan pemerintahan Palestin. Dengan demikian, rejim zionis kembali menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki komitmen terhadap perjanjian-perjanjian mereka, dan hanya mampu berbicara dengan bahasa kekerasan.

Para pejabat Tel Aviv, menjadikan masalah penawanan seorang tentara rejim zionis, sebagai alasan serangan luas mereka ke Jalur Gaza. Tentara zionis ini ditawan oleh para pejuang Palestin dalam sebuah pemberontakan yang terjadi sebelumnya. Dalam pemberontakan tersebut dua tentara zionis tewas. Para pemimpin rejim teroris ini menyerang dan membunuh warga Palestin di Semenanjung Gaza dengan alasan tertawannya seorang tentara mereka, padahal sudah bertahun-tahun mereka menahan ribuan warga Palestin yang sebagiannya mereka lakukan tanpa alasan apa pun, dan menyiksa mereka di penjara-penjara rejim ini yang sangat menakutkan. Pada saat ini sekitar 10.000 orang Palestin menjadi tawanan di penjara-penjara rejim zionis, dimana sekitar 1000 orang dari mereka terdiri dari perempuan, anak-anak dan orang tua. Untuk itu, salah satu syarat para pejuang Palestin untuk membebaskan seorang tentara zionis yang mereka tawan itu ialah pembebasan para tahanan Palestin , yang ditolak oleh rejim Tel Aviv.

Berita mengatakan bahwa serangan beberapa kelompok pejuang Palestin terhadap pasukan militer rejim zionis, biasanya dilakukan sebagai balasan aksi-aksi kejahatan rejim ini, sebagaimana yang terjadi sebelum ini, pasukan militer rejim zionis membantai sepuluh warga yang merupakan anggota sebuah keluarga Palestin, yang tengah berwisata di pantai Gaza. Akibat serangan kekejaman itu, hanya yang tinggal "Huda Ghaliyah" seorang anak gadis kecil waris dari keluarga tersebut, yang hingga kini masih trauma dan sering histeria ketika mengingati pemandangan yang sangat memilukan jiwanya sebagai seorang anak kecil perempuan, yang menyaksikan jasad kedua orang tua dan saudara serta anggota keluarganya yang lain, bergelimpangan dalam keadaan yang sangat menyeramkan.Berita ini disaksikan oleh sebagian besar masyarakat dunia, membangkitkan kesedihan dan kemarahan sebagian besar warga dunia. Peristiwa ini hanyalah satu di antara kejahatan yang tidak berperikemanusiaan rejm zionis. Beberapa hari setelah tragedi tersebut, pasukan militer rejim ini, dalam waktu satu hari, membantai tiga anak kecil Palestin di bawah usia 8 tahun.Pembunuhan anak-anak kecil merupakan aksi-aksi bengis rejim zionis yang sering terjadi. Bahkan beberapa hari lalu, Ibrahim Gambari, Wakil Politik PBB, dalam laporannya kepada DK mengatakan bahwa dalam masa satu bulan yang lalu, 64 orang Palestin terbunuh di tangan tentara rejim zionis, dimana 11 dari mereka itu adalah kanak-kanak. Para pemerhati politik meyakini bahwa serangan buas rejim zionis ke Semenanjung Gaza ini, sengaja dilakukan untuk melemahkan pemerintahan Palestin yang saat ini dipegang oleh Hamas. Sejak bulan Januari lalu, ketika Hamas mencapai kemenangan dengan jumlah punggutan suara tertinggi rakyat Palestin, mengalirlah pelbagai tekanan berat baik politik maupun ekonomi dari rejim zionis, AS dan Eropah, terhadap Hamas agar menyerah kepada tuntutan-tuntutan ilegal rejm Tel Aviv.

Sayangnya, sejumlah negara Arab dan pihak-pihak tertentu yang menginginkan perdamaian dengan rejim zionis, ikut menekan Hamas untuk menghentikan penentangannya terhadap rejim penjajah ini. Serangan zionis ke Semananjung Gaza, merupakan cara terakhir Tel Aviv untuk menjatuhkan pemerintahan sah Palestin pimpinan Hamas, atau paling tidak, untuk memaksanya agar bersedia menhulurkan tangan perdamaian kepada rejim zionis. Dengan demikian, dengan pelbagai kejahatan terbarunya di Semananjung Gaza, kembali rejim zionis menghadapkan pengakuan negara-negara Barat sebagai pembela HAMAS dan demokrasi, kepada tanda tanya besar yang sangat serius.

Usaha negara-negara Barat dengan menggunakan pelbagai alat politik dan ekonomi untuk menggulingkan pemerintahan sah Palestin pimpinan Hamas, membuktikan dengan jelas bahwa negara-negara Barat ini sama sekali tidak memiliki komitmen terhadap demokrasi dan suara rakyat. Negara-negara Barat ini, bukan hanya tidak melakukan langkah serius untuk menghentikan tindakan biadab rejim zionis terhadap warga Palestina, bahkan AS mengumumkan bahawa ia akan mencegah keluarnya resolusi apa pun anti rejim teroris Tel Aviv di DK PBB. Dengan demikian sudah semakin jelas bagi warga dunia, siapa penegak demokrasi yang sebenarnya dan siapa yang hanya menjadikan istilah ini sebagai slogan kepentingan politik semata-mata.

Mengenal Siapa Yahudi



"Negara Haram Israel Tidak Akan Berkekalan Sejarah telah membuktikan bahawa kaum Yahudi merupakan kaum yang sentiasa ditindas dan ditekan.

Peristiwa-peristiwa yang berlaku sepanjang zaman semenjak dari zaman Nabi Allah SWT Musa a.s. sehinggalah zaman mereka berada di Palestin selepas itu sentiasa menyaksikan pembunuhan kaum Yahudi secara beramai-ramai oleh musuh-musuh mereka. Melalui peristiwa-peristiwa yang berlaku itu, kita selaku umat Islam yakin bahawa kependudukan mereka secara haram di negara Palestin akan berakhir tidak lama lagi.

Mereka akan dihalau keluar dari negara itu sama sepertimana datuk nenek mereka dipaksa keluar dari negara itu. Perkara ini telah dijanjikan oleh Allah SWT menerusi banyak ayat al-Quran, contohnya dalam surah Al-A'raf ayat 167 yang bermaksud:

"Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu memberitahu: Bahawa sesungguhnya Ia akan menghantarkan kepada kaum Yahudi itu, (terus menerus) hingga hari kiamat, kaum-kaum yang akan menimpakan mereka dengan azab sengsara yang seburuk-buruknya (disebabkan kejahatan dan kekufuran mereka). Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat azab seksa-Nya, dan sesungguhnya Dia juga Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani."

Kejahatan Bangsa Yahudi Menurut Islam

Ayat di atas menyebutkan bahawa azab dan tekanan akan terus menimpa mereka hingga ke hari kiamat. Berita-berita masa lampau tentang mereka sebelum Islam perlu diberitahu kepada mereka agar mereka sedar bahawa masa tersebut akan tiba dan kebenaran isi kandungan al-Quran sebagai wahyu Ilahi akan terbukti.

Ayat-ayat seperti ini memberi satu kekuatan berupa sokongan moral kepada umat Islam secara amnya dan bangsa Arab Islam khasnya agar berusaha memperkuatkan diri ke arah merealisasikan fakta ini.

Penindasan Ke Atas Yahudi Sebelum Islam

Tersebut dalam lipatan sejarah penjajahan ke atas Yahudi telah dimulakan oleh Raja Fir'aun Nikho dari Mesir. Selepas itu untuk kali keduanya mereka telah dijajah lagi oleh Raja Nabukadnesar (Bukhti-Nashar) dari Babil. Semasa penjajahan tersebut, raja dan tenteranya telah membinasakan habis-habisan Jerussalam termasuk Baitul Maqdis yang didirikan oleh Nabi Sulaiman a.s. dan menawan majoriti rakyatnya .


Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat surah al-Isra' ayat yang bermaksud:

"Dan Kami menyatakan kepada Bani Israel dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) dua kali, dan sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh dengan melampau. Maka apabila sampai masa janji (membalas kederhakaan kamu) kali yang pertama dari dua (kederhakaan) itu, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang kuat gagah dan amat ganas serangannya lalu mereka rnenjelajah di segala ceruk rantau (membunuh dan membinasakan kamu); dan (sebenarnya peristiwa itu) adalah satu janji yang tetap berlaku".

Seterusnya pada tahun 203 sebelum Masihi pula menyaksikan penjajahan yang lebih teruk oleh raja-raja Syria malahan membawa kepada penahanan Yahuza yang menjadi raja Yahudi pada masa itu. Orang-orang lelaki dijadikan hamba abdi, manakala cukai-cukai yang tinggi turut dikenakan ke atas mereka.

Tidak cukup di situ Allah SWT membinasakan mereka apabila Rom menjajah pula selepas itu. Negara Palestin telah dimasukkan di bawah negara mereka. Pada tahun 70 Masihi, golongan Yahudi telah melakukan pemberontakan ke atas penjajah mereka iaitu Rom. Pemberontakan ini menemui jalan buntu. Akibatnya Rom telah mengeluarkan arahan kepada gabenornya di situ yang bernama Titus untuk membakar rumah-rumah ibadat Yahudi dan membunuh kebanyakan penduduk Yahudi dan menjual yang lainnya sehagai hamba.

Tidak lama selepas itu, Jerussalem pesat membangun semula. Kaum Yahudi mengambil kesempatan untuk memberontak buat kali kedua tetapi masih gagal. Adrian yang menjadi raja Rom akhirnya memerintahkan agar bandar Jerussalem dimusnahkan habis-habisan dan rakyatnya dibunuh. Ditaksirkan lebih 500,000 jiwa telah terkorban dalam peristiwa itu .

Penindasan Ke Atas Yahudi Selepas Islam

Apabila Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, kaum Yahudi telah menyusun beberapa konspirasi jahat ke atas Islam. Akibatnya, pelbagai tindakan tegas telah dikenakan terhadap mereka sehingga membawa kepada pembunuhan beramai-ramai kaum Yahudi dan pengusiran keluar dari negara Islam Madinah.

Kemudian di akhir kurun ke 13, penindasan ke atas mereka masih berterusan. Pada kali ini negara Eropah pula yang bertindak menekan mereka. Sejarah telah menunjukkan bahawa kaum Yahudi pernah dibunuh di Sepanyol dan Portugal. Bahkan kepercayaan agama Kristian lama beranggapan bahawa menekan Yahudi adalah melambangkan keimanan yang sebenarnya.

Tekanan yang dihadapi menyebabkan Yahudi mencari perlindungan di Andalus. Pemimpin-pemimpin Islam di Andalus pada waktu itu memberi perlindungan politik kepada Yahudi sebagai satu cara untuk berdakwah kepada mereka. Namun panas yang disangka sampai ke petang, rupanya hujan di tengahari. Nikmat perlindungan rupa-rupanya tidak lama. Penganut-penganut Kristian telah berjaya menundukkan kuasa Islam di Andalus. Sekali lagi penyembelihan orang-orang Yahudi berlaku secara beramai-ramai. Mereka di halau keluar dari bandar-bandar seperti Balensia, Qordova, Gibraltar, Barcelona dan juga dari tempat-tempat lain. Seorang paderi besar Katolik di situ yang bernama Hernando Martins telah menyampaikan ucapan anti Yahudi dan mengarahkan agar unsur-unsur termasuk penganutnya dihapuskan.

Peperangan Salib telah meletus di Andalus dan kebanyakan orang yahudi dihapuskan. Ramai dari kalangan mereka telah dipaksa memeluk Kristian. Dalam tempoh kurang dari 3 bulan, setiap individu yang enggan masuk Kristian akan dihalau ke tempat lain luar dari Andalus. Sesiapa yang melanggar perintah akan dihukum bunuh .

Kebanyakan orang Yahudi yang enggan memeluk Kristian telah meninggalkan Andalus. Malangnya di tengah jalan para lanun telah menangkap mereka dan mereka dijadikan hamba untuk diperniagakan. Sesiapa yang terlepas pula jarang yang dapat hidup kerana diserang kelaparan dan penyakit berjangkit seperti taun dan lain-lain.

Walaupun menghadapi pelbagai penindasan, golongan Yahudi akhirnya berjaya juga menaja satu perhimpunan yang menghimpunkan sekitar 80,000 orang ahli. Mereka mengambil keputusan untuk berhijrah ke Portugal setelah mendapat pelawaan rajanya yang beragama Kristian dan bersikap terbuka. Setibanya di sana, raja yang selama ini bersikap terbuka, tiba-tiba berubah menjadi anti Yahudi selepas dipengaruhi golongan gereja yang selama ini menentang mereka. Semua golongan lelaki dewasa Yahudi telah dipaksa meninggalkan negara Portugal, manakala wanita dan anak-anak dipaksa menukar agama kepada Kristian.

Tekanan dan kezaliman ke atas Yahudi sebenarnya tidaklah terbatas di negara-negara seperti Sepanyol, Portugal dan Rom sahaja.

Malahan semua negara Eropah Kristian telah mengambil sikap anti-Yahudi secara terang-terangan. Di bawah dinyatakan peristiwa-peristiwa kezaliman yang berlaku keatas golongan Yahudi:

  1. Di England, King Edwaard telah menghalau Yahudi beramai-ramai pada tahun 1290.
  2. Di Perancis, King Phillip telah menghalau mereka dari Perancis pada tahun 1306. Menurut fakta sejarah, Raja Phillip kemudiannva telah membenarkan sebahagian daripada mereka untuk pulang ke Perancis selepas itu, tetapi keputusan diambil untuk menghalau semula mereka pada tahun 1394.
  3. Di Hungary, golongan Yahudi telah dibuang negara beramai-ramai. Tetapi mereka memberanikan diri pulang semula sebelum dihalau kembali pada tahun 1582.
  4. Di Belgium, mereka dihalau beramai-ramai pada tahun 1370.
  5. Di negara Czechoslovakia pula, puak Yahudi dihalau pada tahun 1380. Mereka kembali semula untuk bermastautin pada tahun 1592. Malangnya pada tahun 1744, Queen Maria Theressa telah mengarahkan agar dihalau semula golongan Yahudi tersebut.
  6. Di negara Austria pula, Raja Bright ke-5 telah menghalau mereka dari negara itu pada tahun 1420.
  7. Di Holland, mereka dihalau dari Outricht pada tahun 1444.
  8. Di Itali, mereka dihalau dari Napoli dan Sardina pada tahun 1540.
  9. Di Jerman, golongan Yahudi dihambat dari Bavaria pada tahun 1551. Kemudian telah berlaku penindasan secara berterusan ke atas mereka oleh masyarakat berfahaman Nazi. Beratus ribu Yahudi telah terkorban dalam keganasan itu.
  10. Di Rusia pula, rakyat tempatan telah berkerjasama menghalau orang-orang Yahudi pada tahun 1510. Golongan Yahudi beransur-ansur pulang selepas itu dengan harapan penduduk tempatan telah memaafkan mereka. Namun begitu, tekanan masih berterusan sehingga tentera Rusia turut masuk campur untuk menyembelih mereka beramai-ramai di Ukraine sepanjang tahun 1919.

Menurut kajian, lebih dari 100,000 Yahudi telah diragut nyawanya termasuk lelaki dan perempuan serta anak-anak mereka. Jalanraya telah dibasahi dengan darah mereka. Tentera telah melakukan kekejaman di luar batasan pemikiran manusia di samping mencincang lumat anggota badan mereka.

Mengapa Yahudi Ditindas?

Antara sebab penindasan dilakukan ke atas mereka adalah kerana sikap sombong dan tidak setia pada perjuangan. Masyarakat Kristian Eropah menyedari sikap yang ditunjukkan itu. Golongan Yahudi merupakan golongan yang tidak pernah kenal erti berterima kasih. Walaupun hanya menumpang di negara orang, perangai mereka tidak ubah seperti tuan yang memeras dan menganiaya golongan peribumi negara itu. Kemahiran berniaga telah menjadikan golongan Yahudi sombong dan tidak berperikemanusiaan.

Orang yang meminjam dan berurus niaga dengan mereka terjebak dalam sistem riba. Ekonomi yang berasaskan riba telah dimulakan oleh korporat-korporat Yahudi yang berjaya untuk memastikan terus menjadi kaya tanpa memikirkan nasib si miskin.

Perkara ini tidaklah menghairankan kerana menurut kepercayaan mereka seperti yang dijelaskan di dalam 'Talmud' iaitu tafsiran kepada kitab 'Taurat', ada dinyatakan secara terang-terangan bahawa riba halal dengan urus niaga bersama bukan Yahudi. Ini disebabkan Yahudi adalah anak-anak Allah SWT, manakala selain mereka adalah binatang berupa anjing dan babi. Justeru itu, mereka berhak melakukan apa sahaja demi kepentingan peribadi.

Disebut dalam Talmud lagi: 
Pemilikan harta-harta oleh selain Yahudi adalah tidak sah. Jadi sesiapa sahaja di kalangan Yahudi boleh merampas hak tersebut. Allah SWT (SWT) menganugerahkan ke atas mereka hak untuk bertindak sesuka hati ke atas bangsa-bangsa lain. Kedudukan Yahudi ke atas bangsa-bangsa lain sama seperti kedudukan manusia ke atas binatang. Bangsa-bangsa lain memiliki sifat-sifat kebinatangan. Tiada siapa yang dapat mengajar mereka melainkan Yahudi. Riba diharamkan sesama Yahudi, tetapi dihalalkan kepada selain mereka. Malahan menurut perlembagaan Talmud itu, HARAM memberikan pinjaman kepada bangsa lain tanpa dikenakan riba.

Penaklukan Palestin Oleh Rejim Haram Yahudi

Sebab utama penaklukan negara Palestin sebenarnya berpunca dari perancangan yang teliti oleh Persatuan Freemason Antarabangsa. Freemason melihat usaha begini penting bagi mengelakkan pupusnya spesis Yahudi dari persada dunia.

Takdir Allah SWT membenarkan mereka berjaya menakluk Palestin dengan restu gerakan Kristian sedunia dan bantuan mereka. Perkara ini berlaku dalam keadaan orang-umat Islam terutamanya masyarakat Arab sedang lalai. Persoalannya, sampai bilakah mereka akan berjaya mendominasi negara yang kecil itu. Mereka perlu waspada kepada masyarakat Arab yang berjumlah lebih 100 juta orang itu yang sentiasa mengingati sejarah buruk antara mereka dan Yahudi sepanjang zaman. Masa jua yang akan menentukan segala-galanya.
 
Penutup


Janji Allah SWT akan sampai bagi memastikan Islam akan tinggi semula dan musuh-musuh Islam terutamanya Yahudi akan kembali ke era kesusahan dan penindasan seperti keadaan asal mereka.

Kita meyakini usaha mereka mengumpulkan bangsa mereka di tengah-tengah negara umat Islam itu akan berakhir dengan penghapusan mereka secara terus dari muka bumi Allah SWT ini. Ini bersesuaian dengan maksud sebuah hadith sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim:

"Tidak akan berlaku kiamat sehinggalah orang-umat Islam berperang dengan orang-orang Yahudi (di sebuah tempat). Orang-umat Islam akan membunuh mereka beramai-ramai sehinggakan apabila mereka bersembunyi di sebalik batu dan pokok, tiba-tiba pokok-pokok dan batu-batu itu bersuara menjerit memanggil umat Islam agar membunuh orang-orang Yahudi itu, kecuali pokok 'Gharqad', kerana ia adalah pokok Yahudi".

Janji Nabi pastinya benar. Peristiwa ini akan berlaku bagi menamatkan siri pengkhianatan Yahudi terhadap Islam dan manusia secara keseluruhannya.